PAY-PER-CLIK

Targedi Monas dan kenaikan BBM | Juni 6, 2008

terjadinya tragedi monas seolah-olah kita dilupakan oleh kenaikan BBM kok bisa. Padahalkan FPI berkumpul untuk mendemo kenaikan BBM kok malah kita bisa luapa oleh keniakan BBM padahal masyarakat Indonesia sekarang masalah tragedi monas itu dilupakan saja biarlah aparat kepolisian yang mengurusnya sekarang kok malah pemerintah lupa kenaikan BBM bukan hal kecil yang bisa dilupakan.

Bantuan dana BLT pun sekarang masi simpang siur. BLT yang seharusnya bukanlah buat alasan untuk kenaikan BBM bukan hal untuk melupakan BBM eh malah tragedi monas yang kita dilupakan untuk kenaikan BBM. kenaikan BBM bukan buat sementara , karena kenaikan BBM itu membuat masyarakat menjadi resah apalagi masyarakat menengah kebawah. aku yang seorang karyawan swasta saja masi susah masi terkadang tidak cukup. bagi para PNS mereka ada gaji 13 yang kata-katanya awal bualan ini dikeluarkan, seolah-olah pemeriantah gak memikirkan rakyat yang hidup menegah kebawah. seperti halnya anak yang kekurangan gizi yang seharusnya kan dibantu padahal anak yang indonesia yang sekarang ini bakal jadi penetuan mau dibawa kemana indonesia. inget pemerintah

UUD pasal 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)

mana buktinya


Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About author

The author does not say much about himself

Cari

Navigasi

Kategori:

Links:

Archives:

Feeds

%d blogger menyukai ini: