PAY-PER-CLIK

Blue Energi diduga Proyek Rahasia Presiden | Juni 5, 2008

Pengembangan blue energy sebagai bahan bakar nonfosil diduga merupakan proyek rahasia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk memperjelas keberadaan proyek itu, Komisi VII DPR RI akan mengajukan hak angket karena proyek itu tidak ada dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL).

“Proyek blue energy diketuai staf khusus Presiden Heru Lelono. Memang proyek ini tidak ada dalam RKAKL, tapi kalau ini proyek swasta, kenapa Heru sebagai staf khusus Presiden menjadi ketua tim blue energy,” kata anggota Komisi VII DPR RI Alvin Lie (F-PAN) di Kantor MPR/DPR, Jakarta, kemarin.

Alvin mengatakan, proyek itu berindikasi kuat memiliki jalur khusus ke Presiden, karena lokasi proyek tersebut sudah tiga kali dikunjungi Presiden dalam waktu singkat di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. “Kami bertanya-tanya kenapa Djoko minta maaf kepada Presiden begitu dia muncul lagi? Indikasi kuat Presiden terlibat dalam proyek ini adalah kenapa lokasi proyek ini di Cikeas. Hal-hal tersebut yang perlu kami klarifikasi dalam hak angket,” kata Alvin. mediaindonesia

Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa menepis dugaan Alvin Lie. “Tidak ada program rahasia dan tidak ada dana APBN yang digunakan.

Yang benar adalah Presiden menyambut baik setiap orang yang memiliki gagasan dan melakukan inovasi untuk mencari solusi masalah energi, pangan, dan riset-riset lainnya,” kata Hatta.

Dari Nganjuk, dilaporkan, kondisi kesehatan Djoko Suprapto, penemu energi alternatif berbasis air laut asal Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, semakin memburuk. “Untuk sementara, Bapak (Djoko) diopname di rumah dan ditangani dokter yang dikirim Presiden,” ujar Kardiono, asisten pribadi Djoko.

Kepala Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Tumiran, membantah berita yang mengatakan Djoko Suprapto adalah alumnus Teknik Elektro UGM Yogyakarta. Pihaknya sudah cek di database alumni sejak 1963 hingga 2006 dan tidak menemukan nama Djoko Suprapto. Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Khoriruddin Basori, yang juga memiliki proyek serupa, yaitu bahan bakar air yang diberi nama banyugeni, mengaku tidak mengenal Djoko Suprapto.


Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About author

The author does not say much about himself

Cari

Navigasi

Kategori:

Links:

Archives:

Feeds

%d blogger menyukai ini: